Biografi Lengkap Istri Rasulullah Ibunda Aisyah
Rasulullah saw mengatakan kepada Aisyah,
“Aku melihat dalam mimpi selama tiga bulan, malaikat mendatangiku dengan
membawamu dengan menutupimu dengan kain sutra. Ia berkata: “Inilah
istrimu”, maka akupun membuka wajahmu dan ternyata engkaulah wanita yang
tertutup kain itu. Maka aku katakan: “Bila ini dari Allah, Dia pasti
akan melakukannya (menakdirkannya). Hadist Muttafaqun ‘alaih.
Hadis yang terdapat dalam kitab hadist Bukhari
dan Muslim di atas, menunjukkan bahwa Rasulullah saw ditakdirkan untuk
menikahi Aisyah melalui berita langsung dari Allah Ta’ala kepada Nabi
shalallahu alaihi wassalam.
MENELADANI KEMULIAAN AISYAH
Di antara istri-istri Rasulullah saw, Siti Aisyah
mempunyai tempat yang sangat istimewa. Ia adalah satu-satunya istri
yang dinikahi Nabi dalam keadaan masih gadis. Ialah, yang sejak awal
disiapkan oleh Allah SWT untuk menjadi pendamping dan penyokong
Rasulullah sebagai Pengemban Risalah. Putri dari sahabat Rasulullah yang
paling dicintai, yakni Abubakar Shiddiq, berhasil menjadi istri yang
paling dicintai oleh Rasulullah SAW. Di pangkuannyalah, Rasulullah
menghembuskan nafas terakhirnya.
Aisyah adalah figur dan potret wanita ideal nan
agung. Ia memiliki hati nan lembut, penuh cinta dan kehangatan, setia,
berwawasan tajam, perasa, dan menjadi sentral dalam kehidupan. Ia pun
penebar kedamaian, kasih sayang, dan cinta. ”Sungguh aku tahu marah dan lapangmu ketika kamu tenang,” kata Rasulullah kepada Aisyah.
Aisyah bertangan nan lembut dalam damai dan
payah, serta cerdas dan ikhlas. Tak heran kalau ia sampai pada derajat
seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, ”wanita adalah ‘belahan jiwa pria’.
KEHARMONISAN RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW
Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di
situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan
dan kesejukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah
benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita
(isteri) yang sholehah. “ (HR. Muslim)
Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan nama kesayangan dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat jiwa serasa melayang-layang.
Aisyah radhiyallah ‘anha menuturkan: “Pada suatu hari Rasu-lullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya:
“Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ), Malaikat Jibril shallallahu ‘alaihi
wasallam tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih)
Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku
Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi
derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal
berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta
dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau
shallallahu ‘alaihi wasallam menempatkan mereka pada kedudukan yang
diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang
memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.
sumber :
https://bumiislam.wordpress.com/2014/01/11/biografi-lengkap-istri-rasulullah-ibunda-aisyah-radhiyallahu-anha/
sumber :
https://bumiislam.wordpress.com/2014/01/11/biografi-lengkap-istri-rasulullah-ibunda-aisyah-radhiyallahu-anha/
0 komentar:
Posting Komentar