Sejarah nabi muhamad SAW




Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir (Khataman Nabiyyin) yang ada di muka bumi ini, dan tidak ada lagi nabi-nabi sesudahnya. Nama Muhammad secara bahasa berasal dari akar kata semistik ‘M-H-M-D’/ ﻣُﺤَﻤّﺪْ (Arab)   (Hebrew) yang dalam bahasa Arab berarti “dia yang terpuji“. Selain itu di dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Muhammad juga dipanggil dengan nama Ahmad, yang dalam bahasa Arab juga berarti “terpuji”.
muhammad
Sebelum masa kenabian di usia 35 tahun, Muhammad mendapatkan dua julukan dari suku Quraisy  (suku terbesar di Jazirah Arab) yaitu Al-Amiin yang artinya “ yang dipercaya” dan As-Saadiq yang artinya “yang benar”. Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasulullah, kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam , yang berarti “semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya“; sering disingkat SAW dibelakang nama beliau..
Selain kedua julukan tersebut, Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang berarti “Ayah Qasim”, karena Muhammad pernah mempunyai anak laki-laki yang bernama Qasim, tetapi meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.
SEJARAH KELAHIRAN NABI (MAULID NABI)
Terdapat perbedaan pendapat ahli sejarah Nabi Muhammad (sirah) tentang tanggal kelahiran. Satu hal yang pasti, Nabi Muhammad lahir pada bulan Rabiul Awal menurut mayoritas Ahli Sejarah. Para ahli sejarah Nabi sepakat bahwa Nabi Muhammad lahir di Mekah pada hari Senin bulan Rabiul Awal bertepatan dengan tanggal 26 April 570 atau 571 masehi. Namun, ahli sejarah Nabi berbeda pendapat tentang tanggal Arabnya sebagai berikut:
  • Menurut Ibnu Abdil Barr (2 Rabiul Awal)
  • Menurut Amiruddin (5 Rabiul Awal)
  • Menurut Ibnul Qayyim, Ibnu Hazm, Az Zuhri, Ibnu Dihya (8 Rabiul Awal)
  • Menurut Muhammad Suleman Mansurpuri, Mubarakpuri , Shibli Nomani, Mahmud Pasha Falaki, Akbar Shah Najeeb Abadi, Moeen ud din Ahmed Nadvi, Abul Kalam Azad (9 Rabiul Awal)
  • Menurut Tabari, Ibnu Khaldun , Dr hameedullah, Ibnu Hisham, Abul-Hasan ‘Ali ibn Muhammad al- Mawardi, Ibnu Ishaq (12 Rabiul Awal)
  • Menurut Abul Fida, Abu Jafar al Baqir, Al Waqadi , Al Sha’bi  (10 Rabiul Awal)
  • Menurut pandangan golongan Syiah (17 Rabiul Awal) Sedang harinya adalah Jum’at.
  • Menurut pendapat yang diatribusikan ke Ibnu Hazm (22 Rabiul Awal)
  • Menurut Abdul Qadir Jailani (10 Rabiul Awal )
Namun penduduk Mekah sependapat bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin bulan Rabiul Awal bertepatan dengan tanggal 26 April 570 atau 571 masehi Awal tahun Gajah (50 hari setelah penyerangan pasukan Gajah dari Yaman).
Dari kitab As-Sirah al-Halabiyah diriwayatkan sebuah hadits bahwa Nabi lahir pada hari Senin

عن قتادة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سُئل عن يوم الإثنين فقال : ذلك يوم ولدت فيه .

Artinya: Dari Qatadah, bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang hari Senin. Nabi berkata: Itu adalah hari aku dilahirkan.
– Al-Bairuni dalam kitab Al-Irsyad mengutip sebuah hadits

أن النبي سُئل عن يوم الإثنين فقال : هذا يوم ولدت فيه ، وبعثت فيه ، وأنزل عليّ فيه ، وهاجرت فيه

Artinya: Nabi pernah ditanya tentang hari Senin. Nabi menjawab: Hari Senin adalah hari aku lahir, diutus sebagai Rasul, turunnya Quran dan hijrahku ke Madinah.
– Syamsuddin bin Salim dalam kitab Al-Ja’far al-Kabir menyatakan

وقد صحّ أن النبي ولد في شهر ربيع الأول في العشرين من نيسان عام الفيل وفي عهد كسرى أنو شروان

Artinya: Adalah sahih (pendapat) bahwa Nabi lahir pada bulan Rabiul Awal tanggal 20 tahun Gajah pada masa kaisar Anu Syarwan.
– Ibnul Amid dalam kitab Mukhtashar at-Tarikh menyatakan

أن النبي ولد ببطحاء مكة في الليلة المسفرة عن صباح يوم الإثنين لثمان خلون من ربيع الأول ، يوافقه من شهور الروم الثاني والعشرين من نيسان سنة 882 للإسكندر

Artinya: bahwa Nabi lahir di Bat’ha, Mekah pada mala


sumber: https://jofania.wordpress.com/2014/01/13/sejarah-kehidupan-nabi-muhammad-saw/

0 komentar:

Posting Komentar